Di HUT RI Undang Girlband , Sementara Veteran Hidup Menderita, Netizen: Inikah Wujud "Saya Pancasila"?



Apakah ini salah satu wujud implementasi koar-koar "Saya Indonesia, Saya Pancasila"?

Mengundang girlband dari negara lain, pesta, dan hura-hura untuk menggelar Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema: "Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan"?

Sementara di sudut kampung, di bawah jembatan, di bantaran kali, dan di pinggir rel kereta banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan bahkan ada yang bunuh diri karena tak kuat menghadapi kesulitan hidup ...

Sementara di belahan pulau Sumatera ada pak Rohadi, veteran perang yang mengayuh becak untuk bisa menghidupi keluarganya yang hidup serba sulit ...

Sementara kadang-kadang pada setiap akhir minggu suka datang ke kompleks perumahan kami, mengetuk setiap pintu rumah, bapak-bapak veteran yang sudah sepuh menjual kalender seharga sepuluh ribu rupiah yang katanya untuk biaya hidup sesama veteran lainnya yg masih tersisa ... meski kami tidak memerlukannya, kami mengambil satu buah kalender dan memberi seharga beberapa buah kalender ...

Ya Tuhan, bapak-bapak veteran adalah para pahlawan bangsa yang telah ikut revolusi fisik membela dan memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetapi di masa tuanya mereka hidup dalam kesusahan, padahal jika tidak ada mereka, para Pahlawan Indonesia ini, tidak mungkin kita bisa menikmati hasil kekayaan alam yang begitu melimpah di bumi pertiwi ini ...

Jika biaya untuk mengundang girl band atau siapapun untuk hingar bingar menggelar acara kemerdekaan RI tsb diberikan kepada LVRI, Legiun Veteran Republik Indonesia, yaitu organisasi yang menghimpun para veteran untuk diberikan kepada anggotanya yang sekarang mungkin sudah tinggal sedikit dan sudah sepuh pasti akan sangat berarti buat mereka, selain akan membuat mereka bahagia, juga akan membuat mereka bangga di akhir sisa hidup mereka ... 😢😢

Kemerdekaan dan kebebasan demokrasi adalah kosong tanpa ada pelaku sejarah.

Oleh Tina Azizi.


Tidak ada komentar