Dituduh Sakau, Boni Hargens Akan Tuntut 300 Akun Medsos



Kuasa hukum Boni Hargens yang tergabung dalam Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (FAKTA), akan melaporkan sekitar 300 akun di berbagai media sosial kepada Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri karena telah memfitnah kliennya sebagai pengonsumsi narkoba.

Fitnah tersebut dilayangkan oleh beberapa pihak setelah Boni menjadi pembicara dalam sebuah program salah satu stasiun televisi nasional beberapa waktu lalu.

“Kami memberikan bantuan hukum terhadap saudara Boni Hargens yang dituduh oleh sekelompok orang telah menggunakan narkoba saat live di salah satu media. Ini merupakan perbuatan keji dan tidak berdasar serta melakukan fitnah yang merusak nama baik Boni Hargens,” kata Sekjen FAKTA, Angga Busra Lesmana, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/7).

Menurut Angga, tuduhan keji tersebut tidak hanya mempermalukan kliennya, tetapi juga turut membuat keluarga besar Boni merasakan malu karenanya. Karenanya, Angga pun menegaskan bahwa FAKTA akan melaporkan semua pihak, termasuk juga akun-akun yang turut berpartisipasi dalam menyebarkan fitnah tersebut, baik di YouTube, Twitter maupun Facebook.


“Mereka telah melanggar Pasal 310 KUHP jo UU ITE Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 55 KUHP, di mana kalimat-kalimat yang dibuat oleh sekelompok orang, telah menyimpulkan dan menuduh yang bersangkutan dengan kalimat sakaw dan telah menggunakan narkoba,” paparnya.

“Karena tentu mempunyai dampak hukum dan FAKTA akan membantu kepolisian untuk mengusut tuntas semua perbuatan jahat tersebut,” katanya.

Angga sendiri menyatakan bahwa kondisi Boni yang dalam program televisi tersebut murni disebabkan oleh penyakit hipokalemia yang dideritanya. Hal ini pun sudah diklarifikasi ke media dilengkapi bukti medis dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, tempat Boni Hargens dirawat hingga saat ini.

Di tempat yang sama, Boni Hargens dengan tegas mengatakan dirinya siap untuk melakukan pemeriksaan narkoba lebih lanjut di Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur.

“Saya akan datang sendiri ke BNN di Cawang setelah sembuh dari perawatan dari RSPAD. Seusai ketemu teman-teman ini saya kembali masuk RSPAD,” kata Boni sambil memperlihatkan tanda gelang pasien RSPAD di pergelangan tangan kirinya.

Dia juga telah menghubungi pihak BNN DKI Jakarta untuk diperiksa. Namun pihak BNN Pusat menganjurkan untuk melakukan tes narkoba di Cawang.

“BNN Jakarta menganjurkan saya untuk melakukan pemeriksaan ke BNN di Cawang karena lebih lengkap,” katanya seraya menambahkan, seumur hidupnya dirinya tidak pernah mengonsumsi narkoba. (nn)

Tidak ada komentar