Donald Trump: Kesabaran AS pada Rezim Kim Jong-un Sudah Habis



Presiden Donald John Trump memperingatkan bahwa kesabaran Amerika Serikat (AS) pada “rezim sembrono dan brutal” Korea Utara (Korut) telah habis. Dia minta masyarakat internasional mendukung sanksi tambahan untuk menggagalkan program rudal nuklir rezim Kim Jong-un, pengusa Korut.

Dalam sambutannya di Gedung Putih bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Jumat, Trump bersumpah untuk memperkuat aliansi AS-Korea Selatan.

”Era kesabaran strategis dengan rezim Korea Utara telah gagal,” kata Trump. "Terus terang, kesabaran itu sudah habis,” katanya lagi.

Sebelumnya, penasihat keamanan nasional Trump, HR McMaster, mengungkap bahwa pemerintah Trump sedang mempersiapkan opsi militer untuk rezim Kim Jong-un. McMaster juga menegaskan bahwa AS tidak akan lagi menggunakan pendekatan lunak di masa lalu yang terbukti gagal.

”Bersama-sama kita menghadapi ancaman rezim sembrono dan brutal di Korea Utara,” ujar Trump yang berdiri di samping Presiden Moon di Rose Garden, Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/7/2017). 

“Program rudal nuklir dan balistik dari rezim tersebut memerlukan respons yang pasti,” imbuh Trump.

Moon yang dianggap lebih tegas dari pendahulunya, Presiden Park Geun-hye, setuju dengan retorika Trump terhadap Korut. ”Kedua pemimpin kami akan menggunakan kedua sanksi dan dialog secara bertahap dan menyeluruh,” kata Moon.

Pyongyang melihat keterlibatan Amerika di semenanjung Korea—termasuk kehadiran 30.000 tentara—sebagai sinyal Washington bersiap untuk menyalakan kembali Perang Korea 1950-1953.

Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis memperingatkan konsekuensi tragis jika opsi militer diambil terhadap Korut. Dia pernah memperingatkan bahwa pembantaian massal di Seoul akan terjadi jika AS menyerang Pyongyang. (sdn)

Tidak ada komentar