Gus Nur: Darahku Mendidih Melihat Foto Pembacok Duduk Bareng Kapolda, Apapun Dalihmu Pak Polisi Saya Kecewa



Gus Nur, seorang mubaligh asal Probolinggo, mendidih darahnya melihat foto-foto pembacok Hermansyah yang sangat sadis, namun setelah ditangkap polisi malah diperlakukan begitu istimewa oleh Kapolda Metro Jaya dengan dalih "pendekatan humanis".

Melalui akun facebooknya, Kamis (13/7/2017), GUS NUR yang memposting 10 foto yang memperlihatkan pembacok Hermansyah ini menulis:

DARAHKU MENDIDIH MELIHAT FOTO FOTO INI..

Polisi... Oknum Polisi.... Apapun dalihmu... apapun hujjahmu... apapun alasanmu... apapun alibimu.. Saya marah dan kecewa. Secara biologis saya tdk ada hubungan darah dengan Kakanda Hermansyah, tapi melihat kelakuanmu, melihat akhlakmu, melihat foto-foto mu dengan pelaku pembacokan ini, pedih tiada tara hati dan mataku..... bagaimana nilai hak asasi perasaan keluarga Hermansyah melihat foto2 ini... orang lain saja sgt perih melihatnya apalagi keluarga Bapak Hermasyah... Sabar Pak hermansya, Allah sangat Maha adil dan Allah sangat Maha Membalas....

Andaikata tidak ada iman dalam hatiku, andaikata tdk ada agama dalam dadaku, andaikata tidak ada kesadaran hukum dalam akal fikiranku.. Demi Allah... akan aku infaq-kan nyawaku, akan aku sedekahkan nyawaku, untuk duel terbuka secara jantan 10 lawan 1, bacok bacok an sampai mati, dengamu semua tanpa terkecuali, wahai oknum bajingan dan engkau manusia manusia salib biadab.... tdk apa-apa 1 nyawaku aku infaq kan ditukar dgn 5 nyawa laknatullah.... ya Allaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh.... Ya Rosululllooooooooohhhhhhhhh.... gak kuat saya ya Allah...... gak kuat rasanya menahan beban kedzoliman negeri ini.....

Ormas ormas islam di bubarkan, PKI nya kapan di bubarkan ? Partai partai pengkhianat, penjual aset dan penghisap darah rakyat, kapan ENGKAU bubarkan ya Allah ???

Ya Allah... sudahlah saudaraku, detik ini saya mulai sadar, sepertinya sudah TIDAK ADA LAGI OBATNYA UNTUK PENYAKIT BANGSA INI, HUSUSNYA PENYAKIT PIRANTI NEGARA YG BERSERAGAM COKLAT INI.... Allah saja dianggap tidak ada, agama saja di anggap accecories belaka, lalu apalah arti kita ini....

*Sumber: fb Gus Nur


















Tidak ada komentar