Kasus Penamparan Petugas Keamanan Bandara Mendunia, Begini Ulasan Media Asing


Beredar video tentang pemukulan oleh seorang wanita yang mengaku istri pejabat terhadap petugas Avsec Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Rabu (5/7/2017). 
Berita istri pejabat Indonesia menampar petugas keamanan bandara menjadi viral. Padahal, penyebabnya sangat sepele. Wanita berinisial JW tersebut diminta untuk melepaskan jam tangan di Security Check Point (SCP) 2.

Insiden ini terjadi pada Rabu (5/7/2017).
Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sam Ratulangi Manado, EW (21) dan AM, rekannya, telah melaporkan hal ini kepada polisi.

Pengakuan Mengejutkan Petugas Bandara yang Ditampar Istri Pejabat
"Semua yang saya lakukan sudah sesuai aturan demi keselamatan penerbangan," ucap EW dalam konferensi pers, Kamis (6/7/2017).

Rupanya, kasus ini sangat viral hingga platform berita asing ikut memberitakannya. Mereka mengambil video amatir yang diambil dari sebuah ponsel tersebut.

Inilah platform berita yang ikut memberitakan kasus penamparan wanita yang mengaku istri seorang pejabat kepada petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado.

1. Coconuts
Coconuts, platform berita milik Filipina, memberitakan kasus penamparan ini.
"Istri seorang jenderal merasa bahwa dirinya lebih tinggi daripada hukum dan prosedur standar bandara," begitu awal berita Coconuts ditulis.
"namun kini ia harus menanggung konsekuensi hukum karena kasus penamparan yang terekam dalam video,"

2. ABC News
Berita ini rupanya juga sampai kepada ABC News dari Australia.
"Sebuah rekaman amatir wanita menampar petugas bandara menjadi viral," tulis ABC News.

3. News of Today
News of Today mengambil video milik ABC News.
Mereka juga memberikan keterangan tentang apa yang terjadi dalam video tersebut.
Mereka menulis 'seorang perempuan menyerang petugas keamanan bandara setelah diminta untuk melepas jam tangan dan meletakkannya ke mesin X-Ray.'

4. News Locker
News Locker adalah situs yang menyuguhkan berita-berita viral dari dunia.
News Locker juga mengunggah sebuah berita mengenai kasus penamparan tersebut.
(tri)

Tidak ada komentar