Kenapa Setnov Bisa Lolos dari Skandal E-KTP? Baca Ini



Kader Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, dari mulai surat dakwaan, kemudian fakta persidangan, dan pembacaan tuntutan, KPK melalui JPU-nya konsisten dan menyimpulkan kuatnya dugaan keterlibatan Setya Novanto bahkan berperan sebagai aktor utama dalam skandal megakorupsi e-KTP.

"Walaupun dalam proses penuntasan kasus ini penuh dalam tekanan, intimidasi, dan upaya intervensi, hingga saat ini KPK masih terlihat bergeming dan konsisten," kata Doli dalam pesan singkatnya, Selasa (4/7/2017).

Setelah persidangan kemarin itu, kata Doli, sesungguhnya tidak ada lagi alasan untuk tidak mentersangkakan semua nama-nama yang disebut ikut bersama-sama itu, termasuk Setya Novanto.

Ke depan, lanjut ia, hanya ada tiga faktor atau kondisi yang bisa menyelamatkan Setya Novanto.

"Pertama, disebabkan karena ke-tidak profesioanalan KPK. Apa yang menjadi kerja KPK sejauh ini dapat dianggap dibuat-buat dan mengada-ada dan seterusnya tidak dapat dikembangkan, bila KPK berhenti. Dan itu taruhan yang sangat besar bagi eksistensi KPK," ucapnya.

Artinya, kata Doli, KPK terlalu berani bermain-main dengan kasus ini kalau tidak punya kemampuan untuk menuntaskannya.

Kedua, lanjut mantan Ketua KNPI ini, Setya Novanto bisa lolos karena ke-tidak independenan KPK. Artinya KPK hilang keberanian, kemandirian, dan objektivitasnya karena tekanan politik.

"Sulit dihindari akan muncul kesimpulan di publik bahwa KPK berada di bawah tekanan Istana atau Pansus Hak Angket DPR, bila Setya Novanto lolos," tegasnya.

Ketiga, kata Doli, Setya Novanto bisa lolos bila kekuatan Yudikatif berhasil ditariknya masuk bermain ke dalam konspirasi "pengamanan kasus" ini.

"Tentu kita berharap para Hakim yang diberi amanah untuk mengadili kasus ini juga dapat objektif, imparsial/independen, terbebas dari intervensi politik maupun godaan ekonomi," pungkasnya. (ts)

Tidak ada komentar