Muhadjir Effendy : Saya Memperjuangkan Hak Guru, Tapi Menterinya ‘Digepuki’ Kok Guru Diam Saja?



Penyegaran Instruktur Nasional Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Kehadiran mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga menjadi ajang dialog dengan para instruktur nasional yang juga guru dari berbagai wilayah.

Muhadjir mengungkapkan beragam kebijakan yang sempat kontroversial. Salah satunya terkait full day school. Menurutnya kebijakan yang ia ambil terkait 5 hari kerja tidak berkaitan dengan full day school.

“Saya itu memperjuangkan hak guru, tapi menterine digepuki (menterinya dipukuli, Red) kok guru diam saja,” celetuknya di sela tanggapannya pada keluhan guru di LPMP Jatim, Minggu (9/7/2017).

Dikatakannya, kebijakan 5 hari kerja ini memberikan peluang bagi guru untuk memberikan waktu pada keluarganya. Sehingga, guru tak hanya menghabiskan waktu untuk mendidik anaknya. Tetpi juga mekiliki waktu yang cukup untuk membentuk anaknya sendiri.

“Saya halal bilahal di Lamongan, anaknya guru saya tidak ada yang jadi menteri. Tapi ya ada yang jadi profesor, polisi,”ujarnya.

Muhadjir mengungkapkan, kebijakan yang ia ambil perlu dipahami para guru. Sebab menurutnya banyak persepsi yang salah terkait 2 aturan yang ia keluarkan, yaitu PP 19 tahun 2017 tentang guru dan permen 23 tahun 2017 tentang 5 hari sekolah.(sp)

Tidak ada komentar