Info Garam Dicampur Kaca,Ternyata HOAX!



Info yang beredar adanya garam yang dioplos dengan serpihan kaca di media sosial ternyata hanya hoax semata. Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso  menyatakan tidak ada garam dari pecahan kaca.
Kepala Diskoperindag Bambang Sukwanto mengatakan, kabar garam dapur yang dicampur dengan pecahan kaca itu dia dapat dari medsos maupun pemberitaan. Diskoperindag pun mengecek di sejumlah toko kelontong dan pasar tradisional.

“Waktu ada kabar tersebut, kami langsung mengecek  kelapangan dan tidak ditemukan garam-garam yang berindikasi dicampur pecahan kaca,” ujarnya.

Dia mengaku kabar ada garam dicampur pecahan kaca diawali di daerah Jateng. Namun, setelah dicek di laboratorium garam-garam yang mencurigakan dari pecahan kaca tersebut tidak benar. Sehingga, kata dia, masyarakat tak perlu cemas dengan garam dari pecahan kaca dan itu hanya isu belaka saja. 

Sejak terjadi kelangkaan garam dapur dan kini harganya melonjak hingga 200 persen, bentuk garam memang tak seperti biasanya. Yakni, ada garam yang dijual berbentuk kristal dan tidak lagi halus seperti biasanya. Dia mengakui garam berbentuk kristal itu memang mirip dengan pecahan kaca dan memang butuh waktu yang lama untuk larut di air dingin. Sehingga, wajar saja jika garam kristal tersebut tak larut saat dicampur dengan telur. 

Bambang menambahkan, secara logis harga kacah itu tidak murah, apalagi untuk mendapatkan pecahan kaca skala bear itu juga tidak mudah. Sementara untuk kebutuhan garam di Bondowoso sendiri masih mengantungkan kiriman dari daerah lain, karena tak ada industri ataupun UMKM yang bergerak produksi garam.

Suhartartik, pedagang eceran di daerah Kota Kulon mengaku, untuk harga garam saat ini dipatok perbungkus Rp 2.500, sebelumnya harga garam hanya Rp 1000 per bungkus. Bahkan, dia tak memberikan pembeli untuk beli dalam skala banyak. “Mau beli berapa, kalau beli satu pak gak boleh,” tambahnya.

Dia pun mengaku garam dapur yang lembut pun jika disimpan terlalu lama dan terkena air sedikit juga berubah menjadi kristal. Selama ini dia belum mengetahui pelanggannya mengeluh tentang ada kandungan pecahan kaca di garam.  

Jawa Pos Radar Ijen juga menemukan pemasok garam cap karapan sapi yang dikeluhkan di medsos mengandung pecahan kaca. Dari penampilannya garam tersebut kasar dan berkristal tidak lembut. Budi pemasok garam dari Surabaya mengaku, garam yang dijualnya tersebut memang garam kasar bukan garam lembut. Dia berani menjami garam yang dijualnya itu tidak ada pecahan kaca. “Saya juga pakai di rumah, tak ada yang aneh dengan garam ini,” pungkasnya.(jp)

Tidak ada komentar