Hary Tanoe Akan Mengganggu Pengaruh Surya Paloh Terhadap Jokowi



Merapatnya salah satu pemilik media terbesar di Indonesia, Hary Tanoesoedibjo diprediksi akan mengancam posisi dan pengaruh Ketua Umum Partai Nasdem yang juga pemilik media, Surya Paloh dalam lingkar dalam Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Jumat (4/8).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq sebelumnya menyampaikan bahawa ketua umumnya Hary Tanoe tengah mempertimbangkan untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Rencana dukungan itu akan diresmikan di Rapimnas Partai Perindo akhir tahun nanti.

Menurut Andy, langkah Hary Tanoe tersebut sangat menarik untuk ditunggu.

"Ini menarik, terkesan kedepan ada 'perang bintang' antara Hary Tanoe versus Surya Paloh untuk merebut simpatik dan pengaruh kepada Presiden Jokowi, apalagi menjelang Pilpres 2019," imbuhnya.

Diyakini, Hary Tanoe akan menunjukkan loyalitas dan komitmen dengan men-drive asset yang ada padanya kepada Jokowi agar mantan gubernur Jakarta itu mengalihkan perhatian dari Paloh dan beralih kepada dirinya.

Hary Tanoe pun punya partai yang diperkirakan kekuatannya dapat mengimbangi Surya Paloh dengan jumlah ranting, DPC dan DPD yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, bos MNC Group itu juga memiliki jaringan dengan tokoh lintas agama dan ormas. Kemudian, Hary Tanoe juga memiliki jaringan bisnis di dalam dan luar negri.

"Perang bintang antara Hary Tanoe dan Surya Paloh ini akan menarik kita lihat, karena dengan jaringan media yang mereka miliki, mereka pasti akan berlomba-lomba untuk mengkampanyekan keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Andy.

"Rakyat akan dapat menjadi penonton yang bijak untuk menilai siapa diantara ketua umum partai dan punggawa media ini yang dapat merebut dan menjinakkan hati Presiden Joko Widodo," pungkasnya menambahkan.(rmol)

Tidak ada komentar