Staf Khusus Ahok Disebut Danai Saracen, Politisi Golkar Peringatkan Umat Islam



Anggota DPR RI dari Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai penyebaran berita hoax atau berita bohong di internet maupun di media sosial sudah tidak dapat ditahan lagi.

Bahkan dirinya juga pernah mendapat informasi hoax yang menjelaskan bahwa sindikat Saracen didanai oleh Sunny Tanuwidjaja yang merupakan mantan staf khusus (Stafsus) Basuki Tjahaja Purnama saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Ace, dalam informasi yang didapat dalam grup Whatsapp itu juga meminta agar informasi yang menjelaskan Sunny merupakan pendana dari sindikat Saracen itu dibumbui atas nama agama.

"Di situ disebutkan nama koranesi atau nama webside-nya dan dibawahnya tolong bagi umat Islam sebarkan berita ini, kita sedang dikepung dengan kelompok-kelompok yang ingin menghncurkan Islam," ujar Ace saat diskusi bertajuk "Bisnis dan Politik Hoax?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8).

Menurut Ace, konten negatif dengan mengatasnamakan agama dalam berita hoax telah nyata beredar di masyarakat dan tidak menutup kemungkinan dapat dikonsumsi lantaran mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam.

"Tentu yang paling mengerikan menggunakan jargon-jargon agama itu yang mengerikan. Misalnya mohon maaf portal islam. Jadi bagaimana fenomena seperi ini nyata terjadi dan menggunakan simbol-simbol agama digunakan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ace menilai bukan hanya informasi hoax mengatasnamakan agama saja yang dapat diterima oleh masyarakat. Ace mencontohkan saat Pilkada DKI Jakarta lalu, masyarakat disuguhkan mengenai ujaran-ujaran kebencian. Baik melalui media online maupun media sosial. Bahkan, sambung Ace hanya gara-gara Pilkada, pemerintah menyaring media-media yang muncul.

Dewan pers, imbuh Ace sudah menjelaskan dari 40 ribu media siber yang eksis, sekitar 280 yang sudah terverifikasi. 

"Jadi bisa dibayangkan sisanya itu nggak siapa pemiliknya, bagaimana dia mendapatkan berita, dia bisa saja hanya mengutip media mainstream tetapi sesuai dengan keinginan saja, dan semua orng bsa melakukan itu. Mau tidak mau penegakan hukum harus melakukan upaya serius terhadap media-media yang menyebar kebencian," demikian Ace.[rmol]

Tidak ada komentar