Ditelepon Erdogan Soal Rohingya, Ini Jawaban Aung San Suu Kyi ...



Peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, akhirnya memberikan komentar publik pertamanya mengenai nasib minoritas Rohingya. Etnis Rohingya telah menjadi korban dari aksi kekerasan yang meletus hampir dua minggu lalu.

Suu Kyi, yang menjabat penasihat negara Myanmar adalah pemimpin de facto negara tersebut, mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja untuk melindungi hak Rohingya. Hal itu diungkapkannya selama percakapan via telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

"Kami tahu betul, lebih dari kebanyakan, apa artinya dicabut hak asasi manusia dan perlindungan demokrasi," kata Suu Kyi, dalam percakapan tersebut seperti dikutip dari CNN, Kamis (6/9/2017).

"Jadi kami memastikan bahwa semua orang di negara kami berhak untuk melindungi hak-hak mereka, keadilan juga, dan bukan hanya politik tapi juga pembelaan terhadap sosial dan kemanusiaan," sambungnya.

Selama pembicaraan via telepon itu, Suu Kyi juga mengatakan bahwa banyak informasi keliru yang disebarkan untuk mempromosikan kepentingan para teroris. Ia menambahkan bahwa pemerintahnya telah bekerja keras untuk memastikan bahwa terorisme tidak menyebar ke seluruh negara bagian Rakhine.

Suu Kyi telah mendapat kecaman dalam beberapa hari ini karena dianggap gagal mencegah terjadinya pembunuhan massal dan pengusiran etnis Rohingya oleh pemerintahannya. Hal ini tidak terlepas dari citra Suu Kyi sebagai pejuang hak asasi manusia.

Sedikitnya 123.000 pengungsi Rohingya telah melintasi perbatasan Bangladesh hanya dalam waktu dua minggu setelah sebuah aksi militer Myanmar. Kekerasan meningkat setelah serangan terkoordinasi terhadap pos-pos perbatasan yang oleh pemerintah disalahkan kepada kelompok teroris.

Pengungsi membawa serta cerita tentang kematian dan penghancuran dari dalam provinsi Myanmar barat. Citra satelit yang dirilis oleh Human Rights Watch menunjukkan seluruh desa telah rata dengan tanah.(sdn)

Tidak ada komentar