Alexis Ditutup, Begini Tanggapan Fahri Hamzah



Keputusan Pemprov DKI Jakarta yang tak memperpanjang perizinan giya pijat dan spa Hotel Alexis di Jakarta Utara membuat Fahri Hamzah berkoar.

Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, keputusan Anies-Sandiaga yang dilakukan tak sampai 100 hari kerja itu adalah keputusan tepat.

Sebab menurutnya, sudah seharusnya pasangan yang diusung Gerindra-PKS itu membuktikan janji-janji kampanyenya.

Jangan sampai, lanjutnya, janji kepada masyarakat tersebut tak ditepati Anies-Sandi.

“Kalau memang janji kampanye seperti itu ya harus dilaksanakan. Tapi pelaksanaanya itu dasarnya adalah hukum,” ujar Fahri saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,
Senin (30/10).

Dalam hal ini, Fahri juga menyambut baik penutupan tempat yang diduga jadi sarang prostitusi itu.

Terlebih dirinya menginginkan semua janji Anies Baswedan dan Sandiaga Uno harus bisa direalisasikan.

“Kepada Anies-Sandi wajib konsisten mengeksekusi seluruh janji kampanyenya,” katanya.

Selain itu, Fahri juga berharap Anies dan Sandiaga bisa menutup tempat prostitusi lainnya yang tidak berizin yang sudah sangat menganggu masyarakat.

“Pada prinsipnya kalau ada sesuatu yang ilegal memang tidak boleh. Sebab semua yang ilegal menjadi pintu bagi tindakan yang ilegal lainnya,” tutupnya.

Seperti diketahui, pemprov DKI Jakarta sebelumnya secara resmi memutuskan tidak memperpanjang permohonan izin tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan Hotel Alexis.

Surat itu sendiri dikirim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov DKI Jakarta kepada Direktur PT Grand Ancol Hotel.

Dalam kop surat tersebut, tertera tanggal 27 Oktober 2017.

TDUP sendiri adalah dokumen perizinan untuk menggelar usaha pariwisata yang berlaku sepanjang usaha tersebut masih beroperasi.

Dalam aturannya, TDUP diwajibkan untuk her-registrasi setiap tahunnya.
(ps)

Tidak ada komentar