BAHAYA !!! Reklamasi Sudah Seperti Wilayah ASING, TNI Diminta Bertindak atas Ancaman Kedaulatan NKRI



Publik sangat terkejut dengan penuturan Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas, yang menceritakan seorang reporternya bersama tim peliputan diusir ketika berusaha mereportase perkembangan reklamasi Teluk Jakarta.

Hal ini diungkap Karni Ilyas dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk “Proyek Pulau Reklamasi, Tak Terbendung?” pada Selasa malam, 17 Oktober 2017.

Si reporter bersama tim, kata Karni, memang ditugasi mereportase reklamasi Teluk Jakarta setelah pemerintah pusat mencabut moratorium reklamasi. Orang yang mengusir ialah petugas keamanan perusahaan yang mengelola proyek reklamasi.

“Wartawan saya, perempuan, sampai diburu dengan speedboat dan ada sirine. Dilarang mendekat ke kawasan reklamasi. Padahal mendekat ke pulau Singapura saja enggak masalah, asal lewat Imigrasi. Ini cuma lewat, udah tidak boleh,” kata Karni Ilyas, Selasa (17/10/2017).

Dalam liputannya (lihat video di bawah), wartawan tvOne saat mendekat ke pulau Reklamasi langsung dihadang pihak keamana Reklamasi.

“Padahal ini dalam laut milik NKRI kita bebas mengarungi lautan kita sendiri, tapi pihak keamanan Reklamasi tidak memperbolehkan, bahkan kapal nelayan tidak boleh mendekat,” kata wartawan tvOne.
------------------ 

Sontak kejadian ini membuat publik berang karena wilayah NKRI yang sekarang sedang digarap proyek Reklamasi di Teluk Jakarta seperti bukan lagi wilayah NKRI. Sudah seperti Negara dalam Negara.

Oleh karena itu, kejadian dan kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Bahkan publik meminta TNI untuk bertindak karena sudah merupakan ancaman bagi kedaulatan NKRI.

Hanya kepada TNI kita bisa berharap.

“TNI harus segera bertindak karena ini sudah merupakan ancaman bagi kedaulatan NKRI. Jangan anggap remeh.” komen Ibnu.

“Kejam benar, rakyat indonesia tdk dibenarin masuk, berarti mereka dah rasa memiliki, contoh contoh kecil dah terlihat, pemerintah harus tegas dengan permasalahan ini, klau dibiarin bisa makin meraja lela gawat,” ujar Danil Siregar.

“Kan gue udah bilang nanti Jakarta itu seperti negara Singapura, Meikarta dn pulau reklamasi itu untuk si komunis cina,” kata Andy.

“Belum jadi saja kita gak boleh melintas. Sebenarnya tanah dan air ini punya siapa?” komen Awalludin Sukmana.

“Katanya akses semua milik Masyarakat, itu hanya teori, nti kenyatan jadi milik koloni, pribumi diusir dan digebuk bila mendekat..,” komen Yayank Anaknda.

“Itu bagus nya proyek reklamasi yg terlanjur di urug laut nya, buat pangkalan militer TNI saja dan buat perkampungan nelayan,” usul Kurniawan Adi.

“Reklamasi untuk dibangun apartemen untuk menampung imigran2 gelap.. Masih percaya sama si anu ??” tanya Emha L Rahman.

“Gak heran, kan reklamasi teluk Jakarta udah diiklankan di mancanegara, jadi bakal tau donk siapa penghuni2nya nanti. Anyway temen gw sendiri yg warga keturunan juga bilang begitu, reklamasi Jakarta bakalan jadi China town,” ujar Angga Prabowo.

“Belum punya izin saja sdh main usir, apalagi sdh punya izin, masih juga mau di berikan izin?! Bisa2 nantinya jadi negara dalam negara punya zona laut sendiri,” komen Muhardi.

“Sedangkan reporter tv di usir apa lagi masyarakat biasa? Ini negara Indonesia, yang menjaganya juga rakyat Indonesia, kok anehnya mau mengusir bangsanya sendiri? Sungguh miris sekali, rakyatnya dijadikan kuli di negaranya sendiri untuk melindungi konglomerat China. Tidak menutup kemungkinan penguasa negeri ini adalah titipan asing,” ujar Kar Yono.

“Reklamasi baru di bngun sudah ada bauk2 akan jadi pulau atau bakal jadi PRIVATE AREA padahal pulau2 yg ditentang melanggar pelanggran berat dan ringan, kalau sudah Private area uda cukong asing, narkoba hingga perdagangan manusia dri pulau2 tersebut,” komen Agus Salim Rusli.

“Jgn kan reporter, menteri Rizal Ramli sja dulu masuk kawasan reklamasi dipersulit…padahal pejabat negara sekelas menteri, mudah2 an bisa dibatalkan rencana new singapore lewat reklamasi nya kaum penjajah…” ujar Edy Susanto.

“Kebayang keamanannya akan lebih ketat jika nanti reklamasi pantai itu jadi. Akan seperti masuk kenegara lain. Rakyat Indonesia tidak bisa bebas dinegerinya sendiri…” komen Taufik Zuhrizal.

“Itu jalur laut untuk keluar masuk narkoba, black market, dan perdagangan manusia maka nya kalau kita berada disana di usir lah kita coba pengen liat para penegak hukum reaksi nya ??????” kata Ahmad Hidayatullah.

“Belanda juga awalnya bangun kantor dagang dulu di berbagai kerjaan nusantara. Lama lama jadi Loji, lalu jadi benteng. Akhirnya setelah kuat mengambil alih kekuasaan, maka terjajahlah wilayah itu. Dan selalu ada golongan pengkhianat dlm proses itu,” ujar Anang Muhammad Riza.


Tidak ada komentar