Nikita Mirzani Sebut Panglima Gatot Harusnya Dimasukkan ke Lubang Buaya



Sejumlah pengacara di Palembang melaporkan artis sensasional Nikita Mirzani ke kantor polisi. Juru Bicara para pengacara Yogi Vitagora mengaku tersinggung atas kicauan Nikita Mirzani yang menyebut Panglima Gatot harusnya dimasukan ke lubang buaya agar film G30S/PKI lebih seru.

Menurut Yogi kicauan tersebut bukan menyoal nama Gatot secara pribadi akan tetapi institusi militer karena menulis kata Panglima.

“Yang kami laporkan Nikita Mirzani, kami minta untuk Polisi untuk memanggilnya,” kata Yogi, Selasa, (2/10/2017). Ditemui usai membuat laporan di Mapolda Sumsel, Yogi bersama tim dari advokat Al-Islam dan NKRI menekankan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangannya.

Selain karena menyinggung nama Panglima TNI dan Jabatannya, kicauan tersebut juga menyakiti hati putra-putri korban PKI dan juga keturunan TNI dewasa ini. “Sebagai bagian dari anak cucu pejuang kami juga tersinggung,” katanya.

Sementara itu Dodi Yuspika, ketua tim advokat mengatakan Polisi harus menelusuri pemilik akun tersebut. Pasalnya tulisan itu telah meresahkan warga masyarakat Indonesia.

Selanjutnya Polisi harus memastikan apakah pemilik akun tersebut merupakan Nikita Mirzani sang artis atau pihak lain. Bila penelusuran berjalan dengan baik, pihaknya optimistis Polisi dapat dengan muda menguak kasus tersebut. “Harus diproses, Polisi juga diminta memastikan keaslian dan kepemilikan akun ini,” katanya.

Menurutnya Panglima TNI tidak hanya milik TNI tetapi juga milik semua rakyat Indonesia. Apa yang telah dilakukan Nikita Mirzani merupakan bentuk penyebaran kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia dan melanggar pasal 156 KUHP.

Pembuktiannya ia yakini sangat mudah karena Polisi memiliki kewenangan dan keahlian untuk menelisik hal tersebut. “Kepolisian lah yang bisa mengungkap karena tidak memiliki keahlian untuk itu.”

Melalui akun twitternya @NikitaMirzani, Nikita Mirzani menulis cuitan bermasalah itu pada Sabtu malam, 30 September 2017. (ts)

Tidak ada komentar