Sebut Jokowi Antek Komunis, Tamim Pardede: Saya Tidak Menghina Tapi Mengingatkan


Pegiat media sosial, Tamim Pardede menegaskan bahwa ucapannya yang menyebut ‘Jokowi antek komunis’ bukan sebuah hinaan. Melainkan, kalimat tersebut dianggap sebagai peringatan.
Tamim Pardede menjalani sidang pada Senin (02/10) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Aku tidak menghina. Kalau menghina aku ngomong ‘Jokowi kayak muka bebek’. Tapi saya lakukan kepada Jokowi adalah hak warga negara untuk mengingatkan pemimpinnya untuk tidak terjerumus lebih dalam lagi terhadap sesuatu yang merusak masa depan negara,” katanya di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (02/10).

Tamim menilai, seharusnya negara yang memilki instrumen-instrumen yang sedemikan rupa, ketika mendapatakan tuduhan dari rakyatnya maka ditugaskanlah instanti-instansi negara untuk membantah.

“Seperti seandainya saya menuduh, Jokowi komunis. Menterinya atau staffnya harusnya memberikan klarifikasi secara keilmuan. Ini adalah permainan yang adil, jangan main tangkap,” ujar pria 45 tahun ini.

“YouTube dengan YouTube, buku dengan buku, keilmuan dengan keilmuan,” sambungnya.

Maka, ia menegaskan bahwa dalam hal ini negara harus bisa membantah tuduhannya. Ia mengatakan, jika negara bisa membuktikan, ia rela dipenjara.

“Jadi negara harus memberikan klarifikasi secara keilmuan. Jadilah negara yang memberikan klarifikasi yang argumentatif, maka saya boleh dipidana,” tukasnya.(kib)

Tidak ada komentar