Yusril: ‎Sipol kok Dijadikan Berhala, Itu kan Cuman Ecek-ecek Saja!



Partai Bulan Bintang (PBB) dinyatakan tidak dapat mengikuti pemilu tahun 2019 mendatang. Itu disebabkan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan partai di bawah komando Yusril Ihza Mahendra ini tidak memenuhi kelengkapan dokumen di tahapan pendaftaran verifikasi.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendera mempertanyakan partainya tidak lolos oleh KPU tersebut. Padahal PBB sudah melakukan pendaftaran di KPU kabupaten dan kota.

"Sudah lakukan pendaftaran, dan sudah diterima oleh KPU kabupaten dan kota, kemudian juga hard copynya sudah ada," ujar Yusril kepada JawaPos.com, Selasa (24/10).

Yusril mempertanyakan hanya karena PBB tidak lengkap mengisi data di akses sistem informasi partai politik (sipol) lantas dinyatakan tidak lolos. "‎Sipol kok dijadikan berhala, sipol ini kan cuma ecek-ecek saja," katanya.

Yusril mengaku data-data yang dimiliki oleh PBB sudah lengkap. Bahkan ada yang sudah melakukan pendaftaran, dan pemeriksaan kelengkapan berkas. Namun karena sinyal server internet jelek, jadi bermasalah dengan sipol. 

"Masa data yang tidak masuk ke dalam sipol ini menjadi tidak lolos," kata Yusril.

Apalagi program sipol ini sangat dipengaruhi oleh sinyal atau koneksi internet. Sehingga itu yang memberatkan bagi PBB. Namun kedati demkian Yusril mengaku optimis partainya bisa ikut serta dalam pemilu 2019 nanti.

"Saya pikir sih lolos berdasarkan bukti itu ya. Kan yang penting hard copy ada seluruhnya diterima oleh KPU kabupaten kota. Masa data yang tidak masuk ke dalam sipol ini menjadi tidak lolos," pungkas Yusril.

Sekadar informasi, berikut ini Partai Idaman, Partai Reformasi, Partai Bhinneka Indonesia, Partai Rakyat, Partai Pemersatu Bangsa, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Indonesia Kerja (PIKA), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Parsindo, PNI Marhaenis, Partai Reformasi dan Partai Republikan. (jp)

Tidak ada komentar