Ini 10 Negara Teraman jika Perang Nuklir AS-Korut Pecah, Bagaimana Dengan Indonesia?



Perang retorika antara Donald Trump dengan Kim Jong-un belum ada tanda usai. Baru-baru ini, dalam kunjungan Trump ke sejumlah negara Asia Pasifik, pemimpin Korea Utara kembali mengeluarkan ancaman nuklir terbaru.

Tak cuma itu, pada 4 November 2017, Iran merayakan 38 tahun perebutan Kedubes AS di Teheran sambil membawa rudal.

Belum lagi sejumlah sanksi yang dijatuhkan AS ke Rusia. Dunia pun dibuat ketar-ketir.

Mengutip Indy100 pada Minggu (5/11/2017), melihat tindak-tanduk keempat negara itu, banyak orang percaya Perang Dunia III sudah di depan mata. Meskipun kapan perang, entah itu nuklir, ekonomi, atau siber tidak diketahui, ekspektasi adalah bahwa hal itu akan sangat, sangat buruk bak di ambang pintu.

Dengan demikian, sejumlah persiapan telah dilakukan. Antara lain, menyiapkan tempat persembunyian tahan bom.

Selain itu, tak sedikit orang mulai berpikir mengungsi ke negara yang aman jika perang pecah dalam waktu dekat.

Global Peace Index untuk tahun 2017 kembali mengeluarkan sejumlah negara yang sejauh ini masih dianggap paling aman, jika sewaktu-waktu Perang Dunia III pecah. Berikut 10 negara yang paling aman:

Peringkat 10-6 :

10. Irlandia

Negara ini memiliki militer netral semenjak 1930an. Jika Perang Dunia III sampai meletus, negara ini akan tetap menjunjung asas netralitas.

9. Swiss

Swiss memiliki sejarah netralitas militer tertua, yang didirikan pada saat Perjanjian Paris pada tahun 1815. Mereka belum pernah berpartisipasi dalam perang asing sejak saat itu.

Gunung-gunungnya menyulitkan invasi asing, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersembunyi jika terjadi perang dunia.

8. Slovenia

Ketika menyangkut kelestarian diri, sumber tenaga panas, solar dan hidroelektrik yang dikembangkan Slovenia, berarti bahwa jika ada konflik internasional, mereka tidak perlu bergantung pada negara lain untuk mendapatkan energi.

Ditambah dengan fakta bahwa mereka sebagian besar berhasil menghindari Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Dengan demikian, Peace Global Index berasumsi bahwa mereka akan melanjutkan perilaku terisolasi ini dan menghindari konflik global.

7. Fiji

Sebuah pulau di Samudera Pasifik Selatan, Fiji secara geografis berada di tempat yang terisolasi, dan karenanya cukup aman. Negara itu tidak terkurung daratan, dan pemerintah secara tradisional menghindari konflik global.

6. Denmark

Denmark adalah outlier dalam daftar ini, meskipun mungkin diseret ke dalam perang melalui status mereka di North Atlantic Treaty Organization (di sisi Eropa). Tapi negara ini memiliki kartu truf: Greenland. Kawasan ini non-politis dan cukup jauh.

Peringkat 5 Besar:

5. Austria

Austria berada di urutan ke-4 dari 163 negara pada Indeks Perdamaian Global 2017. Jika itu tidak cukup untuk menarik perhatian Anda, perhatikan bahwa di daerah konflik, militerisasi dan masyarakat dan keamanan, angka tersebut di bawah 1,5 dari lima.

4. Portugal

Datang di posisi ketiga dalam Indeks Perdamaian Global, Portugal telah menjadi, menurut Politico, sebuah "oasis stabilitas".

Far-right populism, yang menyapu seluruh Eropa, sebagian besar tidak ada di negara ini dan mereka terhindar dari konflik Perang Dunia II, membuat mereka stabil secara internal dan eksternal.

3. Selandia Baru

Salah satu hal terbaik yang terjadi untuk negara ini adalah komitmennya terhadap swasembada: mendapat lebih dari separuh listriknya dari pembangkit listrik tenaga air, dan memiliki lahan subur, membuat produksi tanaman. Dengan demikian, negara ini mungkin saja bertahan jikalau negara lain memutuskan hubungan.

Dengan lokasinya yang terpencil, Selandia Baru merupakan pilihan yang tepat untuk sebuah rumah jika terjadi perang dunia.

2. Kanada

Kanada adalah negara ke-8 yang paling damai di dunia menurut Indeks Perdamaian Global 2017.

Kanada bernilai 1: 5 untuk konflik domestik dan internasional, menjadikannya salah satu negara yang paling tidak terlibat dalam perang.

1. Islandia

Islandia mencetak angka satu di Indeks Perdamaian Global, menjadikannya negara paling damai di dunia.

Selain itu, negara ini secara geografis jauh dari kekuatan yang terlibat dalam konflik global (seperti Amerika, Korea Utara, Rusia dan Iran), menjadikannya tempat persembunyian terbaik.

Indonesia?

Indonesia dalam Indeks Perdamaian Global masuk dalam kategori Asia-Pasifik, di mana kawasan ini berada di peringkat ketiga setelah Eropa dan Amerika Utara.

Negara-negara di kawasan ini dianggap membuat peningkatan. Peringkat kedua, 10 dan 11 diduduki oleh Selandia Baru, Jepang dan Australia.

Sementara itu, Filipina berada di peringkat 138 dan Korea Utara 150, sebagai negara paling tidak aman.

Kambodia dianggap negara yang paling banyak kemajuannya. Sementara, Indonesia turun jauh peringkatnya dari 42 di tahun 2016 ke peringkat 52 pada tahun ini. Alasan jatuhnya peringkat Indonesia, menurut Institute for Economics and Peace adalah meningkatnya konflik horizontal di Tanah Air pada tahun 2017. (li6)

Tidak ada komentar