Ini Menteri dan Pejabat Militer Saudi yang Dicokok Komite Anti-Korupsi


Komite Anti-Korupsi Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman menangkap puluhan pangeran, menteri aktif, mantan menteri dan pejabat militer negara tersebut. 

Lalu siapa saja menteri dan pejabat Arab Saudi yang ditangkap dan ditahan? 
Menteri Garda Nasional Miteb bin Abdullah yang ditangkap Komite Anti-Korupsi Arab Saudi dan posisinya digantikan Pangeran Khaled bin Ayyaf

Arabnews merilis menteri dan pejabat Arab Saudi yang ditangkap dan dipecat. Di antaranya Menteri Garda Nasional Miteb bin Abdullah yang digantikan Pangeran Khaled bin Ayyaf. 

Menteri Ekonomi dan Perencanaan Adel Fakeih dipecat dan digantikan Mohammed Al-Tuwaijri.

Panglima Angkatan Laut, Adm Abdullah Al-Sultan posisinya digantikan Fahad Al-Ghofaili, yang dipromosikan ke pangkat Laksamana.

Sejumlah media juga menyebutkan, salah satu pangeran yang ditangkap adalah Alwaleed bin Talal. Alwaleed merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Ia diketahui sebagai pemegang saham utama di sejumlah perusahaan, seperti Twitter, Apple, Time Warner, dan banyak perusahaan ternama dunia lainnya.

Pembentukan Komite Anti-Korupsi yang baru dibentuk dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan terdiri dari ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, ketua Otorita Anti Korupsi Nasional, kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung dan Kepala Keamanan Negara.

"Kami melihat adanya eksploitasi oleh beberapa orang lemah yang telah menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak benar," kata Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Alsaud.

Raja Salman mengungkapkan, tugas komite anti-korupsi adalah untuk mengidentifikasi pelanggaran dan kejahatan, orang-orang yang terlibat dalam kasus-kasus korupsi publik.

Komite diberdayakan untuk menyelidiki, mengeluarkan surat perintah penangkapan dan larangan bepergian, memesan pengungkapan keuangan dan pembekuan akun dan portofolio, melacak dana dan aset dan mencegah pengiriman uang atau transfer mereka oleh orang dan entitas.

“Komite berhak melakukan tindakan pencegahan, sampai mereka dirujuk ke otoritas investigasi atau badan peradilan," kata Raja Salman.(ts)

Tidak ada komentar