Menipu Soal Penutupan Alexis, CNN "Ditabok" Ahok dan "Disikat" Netizen



CNN kembali berulah. Kali ini, CNN “TERCYDUK” membuat framing bahwa upaya penghentian izin Alexis diawali pada zaman Ahok.

Admin @CNNIndonesia menuliskan bahwa perjalanan panjang menghentikan izin surga dunia Alexis dimulai dari era kepemimpinan Ahok

Sementara dalam berita berjudul “Jalan Panjang Setop Izin Surga Dunia Alexis”, tak tergambar adanya peranan Pemprov DKI dalam menghentikan izin usaha Alexis.

CNN lalu berusaha mengaitkan penutupan Alexis dengan kebijakan Ahok membumihanguskan Kalijodo, yang hanya memiliki kesamaan sebagai lokasi kegiatan prostitusi.

Berikut kutipan beritanya:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis. Keputusan ini mengakhiri jalan panjang dan berliku isu penutupan hotel yang disebut-sebut sebagai ‘surganya’ Jakarta.

Isu penutupan Alexis pertama kali mencuat pada awal Februari 2016 silam. Saat itu, Pemprov DKI Jakarta ketika masih dipimpin Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tengah sibuk menggusur Kalijodo, kawasan yang terkenal dengan dunia esek-eseknya.

Penggusuran Kalijodo itu mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Abraham ‘Lulung’ Lunggana. Politikus PPP itu mempertanyakan keberanian Ahok dalam penertiban sarang prostitusi. Ahok dinilai cuma berani menggusur lokalisasi kelas bawah.

Lulung kemudian menyebut, salah satu lokalisasi kelas atas di Jakarta ada di Hotel Alexis. Dia menyindir izin Alexis dan ketegasan Ahok.
“Alexis izinnya apa? Griya sehat. Ada pelacuran di sana. Mau enggak Ahok tertibkan di sana?” ujar Lulung di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Jumat 12 Februari 2016 silam.

Tudingan Lulung langsung disanggah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI saat itu, Catur Liswanto. Catur mengatakan, Alexis hanya sebatas tempat hiburan, bukan tempat prostitusi.

“Selama pemantauan kami, tidak ada bukti-bukti seperti itu (protitusi),” ujar Catur.

Empat hari berselang, Ahok buka suara. Ahok mengakui, Alexis, tepatnya di lantai tujuh merupakan ‘surga dunia’. Dia tak memungkiri, lantai tujuh Alexis dijadikan sebagai tempat prostitusi.

“Di Alexis itu lantai tujuhnya surga dunia. Di sana itu surga bukan di telapak kaki ibu, tapi di lantai tujuh,” ujar Ahok di Balai Kota, Selasa 16 Februari 2016.

Pendapat Ahok sekaligus membantah pernyataan anak buahnya, Catur yang menyebut Alexis hanya tempat hiburan, bukan prostitusi.

Selain Alexis, sejumlah wilayah lain di Jakarta Utara pun sempat disinggung Ahok sebagai lokasi prostitusi, misalnya Mangga Besar, Ancol, dan tentu saja Kalijodo.

AHOK MENYATAKAN TAK MEMPERMASALAHKAN PRAKTIK PROSTITUSI ITU. DIA HANYA INGIN AGAR PARA PSK TERSEBUT DILOKALISASI AGAR TIDAK MERESAHKAN WARGA LAIN.

Seiring berjalannya waktu, Kalijodo resmi digusur dan diratatanahkan oleh Pemprov DKI. Beberapa bulan kemudian Pemprov DKI mengubah kawasan Kalijodo sebagai taman bermain, dalam hal ini sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Sejak itu isu penutupan Alexis tenggelam.

Wacana penutupan Alexis kembali muncul saat masa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Isu itu dicuatkan oleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Debat Calon Gubernur Jakarta pada 13 Januari 2017.

Anies kala itu menyebut Ahok hanya tegas pada penggusuran, namun tak berdaya menghadapi prostitusi.

“Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis, lemah. Kita akan tegas menghadapi mereka,” kata Anies dalam debat tersebut.

Wacana penutupan Alexis kian menguat kala Anies-Sandi resmi menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Setelah mendapat sorotan panjang usai dilantik dan beberapa kali bungkam, Anies dan Sandi langsung mengeluarkan keputusan tak memperpanjang izin usaha Alexis yang habis pada Agustus 2017 lalu. Keputusan ini dikeluarkan Anies-Sandi pada Senin, 30 Oktober 2017.

“Jangan coba-coba, kalau Anda coba-coba, maka kita akan tindak dengan tegas. Siapapun, dimanapun, siapapun pemiliknya, berapapun lama usahanya, bila ini melakukan praktik-praktik amoral, apalagi menyangkut prostitusi, kita tidak akan biarkan,” ujar Anies.

Di mana peran Ahok menghentikan izin usaha Alexis? Tidak ada. Ahok hanya sudah mengonfirmasi keberadaan surga dunia di Alexis. Tapi menghentikannya? Bernyali pun tidak.
=========

Hal ini dikuatkan pernyataan Ahok yang dirilis Sindonews.

Berikut kutipannya:

“Engga ada rencana penutupan. Saya sampaikan semua tempat hiburan kalau ada ketahuan narkoba dua kali saya tutup. Saya ga peduli namanya apa. Kalo terbukti melanggar kita tutup. Begitu saja. jadi adil,” kata Ahok di Cibubur, Jakarta Timur, Senin, 16 Januari 2017.

Terdakwa kasus penistaan agama itu menyebut jika tidak bisa disamakan antara Alexis dengan prostitusi Kalijodo Jakarta Barat.

“Kalijodo kasus beda dong makanya saya bilang penyesatan gini tahu enggak, kalijodo ini kan pelanggaran banyak, perempuan diperjualbelikan, enggak bisa keluar, ada judi lagi, jalur hijau,” kata Ahok.

Pernyataan bahwa Alexis tidak bisa ditutup karena tak terlibat perdagangan manusia jelas bertentangan dengan pernyataan Ahok sendiri yang menyatakan bahwa ada surga dunia di Alexis, 16 Februari 2016 lalu.

“Di Alexis itu lantai tujuhnya surga dunia, lho. Di Alexis itu, bukan surga di telapak kaki ibu lho, tapi di lantai tujuh,” ujarnya.

Menurut Ahok, semua jenis pekerja seks komersial (PSK) dari banyak wilayah ada di tempat itu. Bahkan, ia meyakini, ada PSK dari luar negeri yang turut menjajakan jasanya di lokasi tersebut.

Apakah sikap Ahok yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa prostitusi, di mana pun tempatnya, tetap merupakan perdagangan perempuan ini bisa dikatakan sebagai upaya menghentikan prostitusi di Alexis?

Bagaimana pula klaim CNN bahwa Ahok, yang tak bernyali tutup Alexis dan bersikap PERMISIF terhadap prostitusi, dianggap memiliki peran dalam mengawali penghentian izin Alexis?

Dua pernyataan Ahok jelas MENAMPAR TELAK CNN yang mengelukan era Ahok sebagai era inisiasi penghentian izin Alexis.

Menanggapi hal ini, netizen pun berkicau ramai.

Menanggapi hal ini, netizen pun berkicau ramai.
(rj)

Tidak ada komentar