Novanto 2 Kali Tersangka dan 2 Kali Pula Sakitnya Kambuh, Hingga JK Pun Pertanyakan Sakitnya Apa?



Dua kali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPR RI Setya Novanto dua kali pula mengalami sakit.

Orang dekat Setya Novanto, kepada Tribun mengatakan bahwa ketua umum partai Golkar itu, dilarikan ke Klinik langganan di dekat kediaman. Sedang di dalam rumah, hanya ada petinggi dan keluarga dari Novanto saja.

“Bapak di Klinik. Di dalam rumah cuma ibu saja,” jelasnya di depan kediaman Novanto, Jumat (10/11/2017).

Katanya, penyakit lama Setya Novanto kembali kambuh. Saat ditanya detail soal penyakit itu, dirinya enggan mengatakan lebih detail.

Ketiadaan Novanto di dalam rumah juga dikatakan oleh seorang pekerja di rumah tersebut. Jelas dia, Novanto hanya terlihat saat Salat Jumat. Sementara pada malam, Novanto tidak lagi terlihat.

Hingga saat ini, misteri soal penyakit yang diidap Setya Novanto belum terkuak secara pasti karena belum ada keterangan resmi dari dokter yang memeriksanya di rumah sakit.

Bahkan sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah meminta Rumah Sakit Premiere Jatinegara, tempat Novanto dirawat, menjelasKan kepada publik apakah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu benar-benar sakit.

Kalla awalnya menganggapi pertanyaan wartawan terkait penyebar meme Setya Novanto yang kini diburu oleh pihak kepolisian. Bahkan, salah satu penyebar meme yakni Dyan Kemala Arrizzqi sempat ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Kalla menilai, langkah Setya Novanto melaporkan pembuat meme dirinya ke polisi tidak tepat. Begitu juga langkah kepolisian yang langsung menindak penyebar meme tersebut.

“Kalau semua meme harus diadili capek lah pengadilan. Begitu banyaknya meme meme,” ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Kalla kemudian menyebut keisengan warganet membuat foto Setya Novanto tengah terbaring sakit menjadi meme guyonan dilatarbelakangi atas ketidakpercayaan terhadap bahwa ketua umum Partai Golkar itu memang benar-benar sakit.

Sebab, Novanto masuk rumah sakit saat Komisi Pemberantasan Korupsi tengah melakukan penyidikan terhadap dirinya dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

Oleh karena itu, Kalla meminta dokter di RS Premiere Jatinegara untuk membuat penjelasan ke publik mengenai kondisi kesehatan Novanto.

“Yang paling pokok disini ialah harus ada penjelasan dari dokter bahwa selama ini sakit apa. Harus dokter menjelaskan dia memang sakit,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Penolakan RS

Kompas.com pun menghubungi RS Premier Jatinegara untuk menanyakan soal permintaan Kalla itu. Kepala Humas RS Premier Sukendar yang dihubungi pada Selasa malam, awalnya belum tahu mengenai pernyataan yang disampaikan Kalla kepada media itu.

Menurut dia, manajemen rumah sakit akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan memanggil dokter yang menangani Novanto.

“Otomatis harus dipanggil dokter yang merawatnya, ya. Rapatin dulu, apa kesimpulannya,” kata Sukendar.

Rapat pun digelar di RS Premiere pada Rabu (8/11/2017) sore, diikuti oleh pihak manajemen rumah sakit dan tim dokter yang menangani Setya Novanto saat sakit. Namun, kedua belah pihak bersepakat bahwa penyakit Setya Novanto tidak boleh dibuka untuk umum. Alasannya, pihak RS dan tim dokter menghormati privasi Novanto sebagai pasien.

“Pihak manajemen rumah sakit dan tim dokter tidak bisa menjelaskan penyakit Setya Novanto karena itu merupakan hak pasien,” kata Sukendar saat dihubungi Kompas.com seusai rapat.

Sukendar mengatakan, kewajiban dokter dan pihak rumah sakit untuk merahasiakan penyakit pasien sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 Tahun 2008. Data pasien hanya bisa dibuka atas persetujuan pasien yang bersangkutan atau apabila diminta penegak hukum.

“Kami hanya mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah,” ujar Sukendar.

Saat disinggung bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta kondisi kesehatan Novanto dibuka, Sukendar tetap bersikukuh pada peraturan yang ada. Apalagi, menurut dia, permintaan JK itu hanya disampaikan lewat media, bukan berupa permintaan tertulis yang disampaikan langsung ke RS Premier.

“Beliau betul orang nomor dua di Indonesia, kami hargai. Tapi, kan, ada aturannya,” kata dia.

Saat Kompas.com hanya meminta kepastian apakah Novanto benar-benar sakit atau tidak sakit, Sukendar juga enggan menjawab.

“Bukan kompetensi humas,” ujar Sukendar.

Alhasil, teka-teki seputar penyakit yang diidap Novanto masih menjadi misteri.

Misteri penyakit Novanto

Awal sakitnya, Novanto diduga terkena vertigo. Dia jatuh pingsan saat sedang bermain pingpong di rumahnya.

Novanto pun menjalani serangkaian perawatan di RS Siloam, Semanggi, Jakarta pada Senin, 11 September 2017, bertepatan dengan pemanggilan pertamanya untuk diperiksa sebagai tersangka kasus E-KTP oleh KPK.

Seminggu kemudian, KPK kembali memanggil Setya Novanto untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun, lagi-lagi Novanto tidak hadir karena sakit. Bahkan kali ini kondisi kesehatannya memburuk. Novanto harus menjalani kateterisasi jantung di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

Sejak saat itulah Novanto diketahui menjalani rawat inap di RS Premiere. Orang terdekat Novanto memberikan keterangan yang berbeda-beda terkait penyakit mantan Ketua Fraksi Golkar itu.

Ketua DPP Golkar Nurul Arifin awalnya mengatakan, dokter menyarankan tindakan kateterisasi karena adanya gejala disfungsi jantung Novanto. Belakangan, Istri Novanto, Deisti Astriani Tagor menambahkan bahwa ada beberapa penyakit lain di organ tubuh suaminya yang mendadak muncul, seperti penurunan fungsi ginjal.

“Terus begitu diperiksa semuanya, ya baru kelihatan bahwa penyakit yang selama ini enggak dirasa nyatanya ada semua,” kata Deisti.

Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Burhan Djabir Magenda mengatakan, saat ini Novanto juga mengidap tumor. Hal ini disampaikan Burhan usai menjenguk Novanto di RS Premier.

“Ada tumor di tenggorokan. Bertahaplah, dari awalnya jantung dulu baru muncul tumor. Tumor di tenggorokan,” kata Burhan.

Namun, keterangan dari Burhan ini dibantah oleh Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPP Partai Golkar Roem Kono. Menurut dia, Novanto hanya sakit tenggorokan biasa.

“Itu tidak tumor tapi sakit tenggorokan. Salah dengar saya kira,” kata dia.

Di tengah tanda tanya soal kondisi kesehatan Novanto, sebuah foto pun viral di media sosial. Dalam foto tersebut, Setya Novanto tengah tertidur dengan bantuan alat pernapasan serta infus. Ia tengah dijenguk oleh Endang Srikarti Handayani, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Foto tersebut lah yang kemudian ramai dijadikan meme guyonan oleh netizen yang berujung laporan Novanto ke polisi.

Ketuk palu, lalu bugar

Novanto terus menjalani rawat inap sampai gugatan praperadilan yang diajukannya ketok palu. Pada 29 September, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan sebagian permohonan Novanto.

Penetapan Novanto sebagai tersangka oleh KPK dianggap tidak sah alias batal. Hakim juga meminta KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap Novanto. Tiga hari pasca putusan praperadilan itu, Novanto mendadak langsung sembuh dari berbagai penyakitnya dan keluar dari Rumah Sakit.

Sepekan kemudian, Novanto sudah hadir di Gedung DPR dan memimpin rapat Partai Golkar.

KPK sebenarnya telah berupaya berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia untuk meminta second opinion terkait kondisi kesehatan Novanto. Namun, KPK batal melakukan langkah tersebut karena dampak putusan praperadilan yang membatalkan status Novanto sebagai tersangka.[gr]

Tidak ada komentar