Parah! 4 Tahun Tak Bergaji Sebagai CPNS, Ternyata Pegang NIK Bodong



Penipuan dengan modus janji manis bisa membantu meloloskan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) kembali terungkap. Korbannya, Eka (25), melapor ke Mapolres OKU Timur. Bidan honorer yang bertugas di Puskesmas Batumarta itu mempolisikan Z (40), yang terbilang masih keluarga sendiri.

Pasalnya, pelaku dilaporkan atas kasus pemalsuan surat keputusan (SK) CPNS terungkap. Saat melapor, korban didampingi ayah dan kakak sepupunya. “Sudah empat tahun ini status kepegawaian adik kami ini tidak jelas dan tidak terima gaji,” ujar Arda, kakak sepupu korban sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (4/11).

Menurutnya, dari Z, korban mengantongi SK CPNS. “Tapi setelah kami cek ke BKN Regional VII di Jakabring, ternyata NIK CPNS adik kami tidak ditemukan,” bebernya.

Padahal, saat datang ke rumah korban 2013 lalu, Z berjanji akan membantu korban lulus jadi CPNS melalui jalur khusus tanpa tes.

Karena termakan janji manis itu, keluarga korban percaya. Tapi setelah sadar telah tertipu, mereka pun menagih janji Z. Karena tak ada iktikad baik, akhirnya korban dan keluarganya menempuh jalur hukum.

“Aku sudah pinjam uang Rp130 juta di bank untuk biaya anak aku masuk PNS. Uang itu sudah kami berikan ke Z,” beber Iskandar (49), ayah korban.

Uang itu diberikan bertahap, Rp20 juta, Rp10 juta, dan terakhir 100 juta. Semua ditransfer. “Kami pegang bukti transfernya,” kata dia sembari berharap agar Z ditangkap dan dihukum.

Kasat Reskrim Pores OKU Timur, AKP Faisal P Manalu mengatakan, memang benar ada laporan korban. "Kasusnya akan diselidiki," pungkasnya.(jp)

Tidak ada komentar