Tampung Uang Hingga USD 6 Juta,Teman Novanto Berkilah Lupa Pengirimnya



Mantan Bos PT Gunung Agung, Made Oka Masagung disebut telah melakukan penampungan dana dari sejumlah orang yang berkaitan dengan proyek e-KTP. Bahkan angka yang sempat masuk ke rekening Made Oka hampir mencapai USD 6 juta.

Hal ini diungkapkan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdul Basir dalam sidang lanjutan korupsi e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Jaksa Basir memerinci, uang itu dikirim oleh Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo sebesar USD 2 juta, Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem sekitar USD 1,8 juta dan perusahaan bernama Petra sekitar USD 1 juta.

"Dari rekening koran tak ada yang dikirim ke Neuraltus, tapi ada sebagian ke Muda Ikhsan Harahap. Sama sekali nggak ada ke Neuraltus. Belum dari Petra kurang lebih 1 juta dollar (AS). Hampir 6 juta dollar (AS)," ucap jaksa Basir ke Oka di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Akan tetapi, Oka mengaku lupa siapa saja yang mengirimkan uang kepadanya dalam jumlah besar itu. Sehingga jaksa Basir merasa heran dengan pengakuan Oka.

"Masa iya duit enam juta dollar (AS) bapak nggak inget, siapa yang kirim, dibawa kemana itu duit. Tadi Pak Muda ngomong rekening dapat dari Irvan. Pak Muda kasih rekening ke Irvan. Bapak yang kelola Rekening siapa?" tutur jaksa Basir.

"Saya semua," jawab Oka. Diketahui juga bila Oka adalah teman dari Ketua DPR Setya Novanto. Antara Oka dan Novanto telah saling kenal sejak tahun 1980-an saat ada di Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Organisasi itu merupakan sayap Partai Golkar.

Dalam kesaksiannya, Oka kebanyakan menjawab lupa dan tidak tahu mengenai bagaimana uang yang jumlahnya tak sedikit itu bisa masuk ke rekeningnya.

Oka juga tak tahu siapa yang menyebarkan nomor rekeningnya dan memberikan nomor rekening Ikhsan Muda Harahap, seorang pengusaha di Singapura ke dirinya.

Menurut jaksa KPK, Oka mentransfer sebagian USD 2 juta, tepatnya USD 315 ribu ke Ikhsan. Uang tersebut kemudian diserahkan Ikhsan ke Irvanto Hendra Pambudi, mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera. Irvanto juga diketahui keponakan Novanto.

"Pengirim uang saya, saya tidak tahu. Saya lagi cari tahu semua. Saya juga akan selidiki semua dalam waktu segera. Saya juga minta tolong bank di sana," kata Oka.

Ketika disinggung apakah uang itu merupakan jatah seseorang dalam pelaksanaan proyek e-KTP, Oka menyatakan tidak tahu. Dia merasa tak yakin uang tersebut merupakan jatah untuk seseorang terkait e-KTP.

"Saya enggak tahu. Enggak yakin. Seingat saya, waktu dikirim saya tidak tahu namanya itu. Dari mana rekening saya dia dapat. Saya juga cari detail dari penarikan ini. Saya akan minta detail ke bank kalau bisa," papar dia. [jp]

Tidak ada komentar