Terkait Meme, Setnov Polisikan Belasan Akun, Ini Tersangka Pertamanya



Ketua DPR Setya Novanto tak terima sosoknya dijadikan meme kocak bernada satir, apalagi jumlahnya diperkirakan sampai 60 versi, yang beredar luas di media sosial.

Maka, Ketua Umum Partai Golkar itu pun mengirim pengacara ke Bareskrim Polri, untuk melaporkan 15 akun Instagram, 9 akun Twitter, dan 8 akun Facebook atas dugaan pencemaran nama baik. Satu orang telah terjerat. 

Dyan Kemala Arrizzqi ditangkap di rumahnya di Perumahan Duta Garden, Tangerang, Selasa malam 31 Oktober 2017. Ia baru dilepas Rabu sore dengan status sebagai tersangka. 

Perempuan 29 tahun itu dijerat pidana atas dugaan menyebarkan foto Setnov saat terbaring di rumah sakit, yang dibuat mirip karakter Bane dalam Film The Dark Knight Rises. Baik Bane maupun sang politisi sama-sama memakai masker. Dyan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pihak kepolisian mengaku, penetapan tersangka bukan hanya berdasar dari unsur-unsur pidananya. Keterangan sejumlah ahli juga digali. "Penyidik meminta keterangan ahli-ahli bahasa, ahli pidana, ahli komunikasi, ahli ITE, itu yang kemudian bisa memberikan dukungan penjelasan sehingga ada keyakinan dari penyidik bahwa ini memenuhi unsur atau tidak memenuhi unsur," jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Kamis (2/11/2017).

Penangkapan tersebut belum final. Masih ada kemungkinan tersangka bertambah. "Ada beberapa yang kami lakukan pengejaran. Saya enggak bisa sebutkan di mana lokasinya dan apa akun media sosialnya," kata Kasubdit II Tipid Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin di kantor Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta.

Sementara itu, pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan, berapa tersangka yang nantinya terjerat. "Kalau nanti ternyata dalam perkembangannya lebih banyak akun yang seperti itu, ya biarkan penyelidikan kepolisian," kata dia saat dihuhubungi Liputan6.com, Kamis malam. 

Apakah Setya Novanto tak berlebihan dengan memidanakan para penyebar meme-nya?

"Lho ini bukan kritik. Mana ada orang mengkritik seperti itu. Kalau mau mengkritik ya lewat surat atau datang langsung, bilang, 'Pak, saya enggak suka dengan Bapak," kata dia. 

"Kalau seperti ini (menyebarkan meme) itu bukan kritik, itu pencemaran nama baik. Begini saja deh, yang bersangkutan mau enggak orangtuanya dijelek-jelekan. Jadi harus bisa bedakan antara kritik dan menghina." Pihak pengacara mengaku curiga, ada pihak tertentu di balik beredarnya meme. 

Dyan Kemala Arrizzqi, orang pertama yang terjerat meme Setya Novanto, disebut sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Terkait itu, Ketua Umum PSI Grace Natalie menilai persoalan yang dihadapi Dyann adalah masalah personal. Partai sebagai kelembagaan sama sekali tidak terlibat.

"Tidak benar bila PSI di belakangnya. Postingan Dyann merupakan postingan personal," ujar Grace saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (2/11/2017).

Nama Dyann tercatat sebagai anggota PSI Tangerang. Ketua DPD PSI Kota Tangerang, Wadi Zaelani, mengungkapkan bahwa Dyann baru terdaftar sebagai anggota sejak dua bulan lalu.

Sejak dilepaskan Polri terkait kasus meme Setnov, Dyan dikabarkan tidak berada di kontrakannya.

"Kita dapat kabar dia pulang ke Depok, hanya itu. Alat komunikasi kabarnya juga disita petugas, makanya kami tidak bisa menghubungi untuk konfirmasi langsung," tutur Wadi.[li6]


Tidak ada komentar