Anak Buahnya Sebut Setnov Mundur Pekan Depan, Benarkah?



Setelah ucapan Nurdin Halid yang menyebut Setya Novanto bakal mundur dalam waktu 1-2 hari saja pekan sebelumnya, giliran anak buahnya yang berucap senada.

Kali ini ucapan itu diucapkan Ketua DPD Partai Golkar NTT Melki Laka Lena yang menyebut tersangka korupsi e-KTP itu akan mundur.

Bukan saja mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar, tapi juga mundur sebagai Ketua DPR RI. Rencananya, pengunduran diri itu akan resmi disampaikan pekan depan.

Hal itu disampaikan Melki usai menjadi pembicara pada acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (2/12) kemarin.

“Sebenarnya sejak ditahan KPK, Pak Novanto sudah mempersiapkan opsi mundur,” ungkapnya.

Menurutnya, keputusan itu dibuat Novanto setelah mencermati dinamika yang berkembang serta mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

termasuk dari para kader Partai Golkar, anggota DPR RI, dan pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

“Kami mendapat informasi yang valid,” tegas Melki.

Hanya saja, Melki tidak tahu pasti apakah Setnov langsung melepas dua jabatan itu atau dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, hal itu hanya Setnov yang mengetahuinya. Yang jelas, Setnov meminta publik untuk menunggu kepastian waktunya.

“Tunggu sampai minggu depan,” sambung Melki.

Terkait dengan musyawarah nasional luar biasa (munaslub), menurutnya, pertemuan penting itu pasti terjadi.

Hanya saja, meskipun 31 DPD I Partai Golkar tandatangan mendukung Munaslub, DPD Partai Golkar akan tetap menunggu keputusan rapat pleno yang akan digelar DPP Partai Golkar.

Melki mengatakan, ada empat kandidat yang siap menyalonkan diri sebagai ketum Partai Golkar.

Yaitu, Airlangga Hartanto, Aziz Syamsudin, Idrus Marham dan Titik Soeharto.

“Siapa yang akan terpilih? Tentu bergantung kepada peserta munaslub nantinya,” tutupnya.

Sementara, Yahya Zaini, orang dekat Setnov yang juga ketua DPP Partai Golkar enggan berkomentar terkait rencana pengunduran diri Novanto itu.

Dia beralasan belum mengetahui informasi tersebut.

“Saya belum dapat info,” singkatnya.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid pernah berujar bahwa Novanto akan mundur dalam 1-2 hari.

Pernyataan itu ia buat pada Minggu (26/11) lalu. Sayangnya, ucapannya itu sama sekali tak terbukti.

Menurut Nurdin, Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham yang ditunjuk sendiri oleh Novanto bisa meyakinkan pengunduran diri tersebut.

“Karena beliau (Setnov) juga harus legowo. Saya yakin kalau pakai pendekatan kekeluargaan nanti Plt (Idrus Marham) bisa meyakinkan kalau dalam satu atau dua hari ini beliau (Novanto) mundur,” katanya.

[ps]

Tidak ada komentar