Ini Bukti Ustadz Abdul Somad Cinta NKRI, Yang Gagal Paham Akan Geleng-geleng Kepala



Kemarin (Jumat siang, 8/12) Pulau Dewata yang damai sempat dihebohkan oleh insiden pengusiran yang dilakukan sekelompok orang terhadap Ustadz Abdul Somad yang akan menyampaikan ceramah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kelompok yang menolak kehadiran Abdul Somad menilai pria kelahiran Pekanbaru, Riau, tahun 1977 itu sebagai sosok yang radikal dan anti NKRI.

Insiden di Hotel Aston berakhir setelah pihak keamanan turun tangan dan Abdul Somad menjawab tudingan yang dialamatkan kepada dirinya. Alumni Al-Azhar (Mesir) dan Al-Hadith (Kerajaan Maroko) itu pun sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat. 

Jumat malam, Masjid An Nur yang menjadi lokasi ceramah Abdul Ustadz Somad dipenuhi begitu banyak umat Muslim yang ingin mendengarkan ceramah. Jemaah tumpah ruah sampai ke luar halaman masjid. 

Dalam ceramah, Abdul Somad kembali menjelaskan bahwa dirinya cinta NKRI dan Pancasila. Dia menceritakan bahwa dirinya ikut penataran P4 sebelum menuntut ilmu ke luar negeri. Saat mendaftaran diri menjadi dosen di perguruan tinggi negeri dia juga harus lulus ujian Pancasila dan memiliki kecintaan pada NKRI. Lalu, hingga kini Ustad Abdul Somad rajin mengunjungi daerah-daerah terpencil dan mengibarkan bendera merah putih bersama rakyat pinggiran. 

Di luar dari penjelasan Abdul Somad itu, belakangan beredar bukti baru yang memperlihatkan Abdul Somad tidak anti-NKRI, dan sebaliknya mencintai NKRI. 

Bukti baru itu berupa copy surat undangan yang kirimkan Kepala Sekretariat Umum Kodam IX/Udayana Letkol I Made Sulantra kepada berbagai pihak di lingkungan di Kodam IX/Udayana untuk menghadiri ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan disampaikan Ustadz Abdul Somad. Sedianya, ceramah akan disampaikan di Masjid Agung Sudirman Denpasar. Copy surat itu beredar di jejaring media sosial sejak tadi malam.

Surat undangan tertanggal 7 Desember 2017 itu dikirimkan kepada Kasdam IX/Udy, Irdam IX/Udy, Danrem 163/WSA, para Sahli Pangdam IX/Udy, Asrendam IX/Udy, Para Asisten Kasdam IX/Udy, LO TNI AL dan AU, Para Kabalakdam IX/Udy, Dandeninteldam IX/Udy dan Dankikavserdam IX/Udy. 

Salah satu poin dalam undangan itu meminta agar pejabat yang beragama Islam membawa istri ke acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Hal lain yang disampaikan, agar pejabat hadir 15 menit sebelum kegiatan, dan bagi pejabat yang non Muslim agar menunggu di ruang transit saat shalat Isya. 

Sulit membayangkan Kodam IX/Udayana akan mengundang seluruh pejabatnya mendengarkan ceramah Ustad Abdul Somad bila sang Ustad anti NKRI, bukan? [rmol]

Tidak ada komentar