Jika Toleransi Dikedepankan, Persekusi atas Ustadz Somad Tak Perlu Terjadi



Kasus penolakan elemen ormas atas Ustadz Abdul Somad di Bali dinilai oleh Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi sebagai bentuk persekusi.

MUI menilai persekusi atas Ustadz Somad tersebut tidak perlu terjadi jika toleransi dikedepankan.

MUI pun sangat menyesalkan atas kejadian yang menimpa Ustadz Shomad yang sedang menjalankan tugas dakwah di Bali, Jumat (08/10/2017).

“Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi jika kita mengedepankan semangat musyawarah, persaudaraan, dan toleransi,” ujar Zainut dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Sabtu (09/11/2017).

“Apapun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” lanjutnya.

Kedatangan Ustadz Somad di Pulau Bali dalam rangka menjalani sejumlah safari dakwah mendapat penolakan oleh beberapa elemen ormas di Bali yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB).

Kemarin, Jumat (08/12/2017), KRB mendesak agar Ustadz Somad diusir dari Bali. Mereka bahkan sampai merangsek masuk ke dalam Hotel Aston Denpasar tempat dimana Ustadz Somad berada.

Bahkan massa sebagian diketahui membawa senjata tajam dalam aksi tersebut.

Warga masyarakat yang melihat video tadi malam menyampaikan kegeramannya atas kejadian penolakan tersebut sambil membawa senjata tajam.

Yulia asal Malang di grup SABILIKU berkomentar, “Perlu diboikot pergi ke Bali… Jangan berwisata ke sana, lagi, kalaupun ke sana, menginaplah dan makanlah di tempat-tempat orang Muslim saja…”

Pantauan hidayatullah.com, di grup MUI Jatim, misalnya:

“Apakah kita diam saja ada ustadz yang dicekal. Belajar dari surat tersebut, mohon kepada semua Muslim agar berlibur ke tempat lain,” ujar M Zainuddin.

Yang dimaksud adalah, dalam surat pernyataan yang berkembang di internet sebelumnya Jaringan Hindu Nusantara menyampaikan penolakannya atas rencana kedatangan Ustadz Somad ke Bali.

“Kami YAYASAN JARINGAN HINDU NUSANTARA (YJHN) dengan tegas menolak kedatangan UZTAD ABDUSOMED yang rasis, anti ke Bhinekaan serta anti NKRI,” demikian tertulis.

Sebagaimana diketahui, Ustadz Abdul Somad, adalah pendakwah lulusan Al-Azhar Mesir dan Darul-Hadits Al-Hassaniah Institute, Maroko. Meski berlatar belakang NU (pernah aktif di Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, 2009 – 2014) namun ia banyak dicintai umat dari lintas organisasi.[hid]

Tidak ada komentar